Laman

2014-07-22

Mengenal Asuransi Mobil Syariah

 Mengenal Asuransi Mobil Syariah: Asuransi mobil Konvensional maupun asuransi mobil syariah pada dasarnya sama dari sisi bahwa satu asuransi mobil dapat berikan manfaat dengan cara detil dan selalu sesuai sama kepentingan nasabah. Namun, apapun sebenarnya yang membedakan jenis asuransi syariah dengan asuransi konvensional?

Perbedaan terlebih pada asuransi mobil syariah ada pada pengelolaan dana asuransi. Dalam asuransi mobil syariah, investasi dana hanya dapat diletakkan pada instrumen yang berbasis syariah. Pengelolaan dana itu bukanhanya harus diletakkan pada objek asuransi yang bebas dari unsur haram, tetapi juga harus bersih dari unsur gharar (ketidakjelasan), maysir (judi) dan riba. Asuransi mobil syariah juga memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang betugas mengawasi product yang dipasarkan dan pengelolaan investasi dananya.

Untuk asuransi mobil syariah, manfaat paling utama yang didapat beberapa orang yakni melalui sistem untuk hasil yang dimilikinya pada sebagian product khusus. Sesuai sama sama prinsip asuransi syariah, keuntungan perusahaan didapat dari pembagian keuntungan dana pemegang polis asuransi yang dikembangkan dengan prinsip untuk hasil (mudharabah).

Pada asuransi mobil syariah, sebagian pemegang polis disangka untuk yang mempunyai modal (shohibul mal), tengah pihak asuransi bertindak untuk pemegang amanah (mudharib). Masing-masing premi yang dibayar oleh pemegang polis dimasukkan dalam rekening Tabarru perusahaan, yaitu himpunan dana yang telah diniatkan oleh peserta untuk iuran dan kebajikan untuk maksud keduanya sama tolong menolong dan keduanya sama membantu.

Hasil pengembangan dana itu setelah dikurangi dengan beban asuransi (klaim dan premi reasuransi) kelak akan dibagi pada pemegang polis dan perusahaan menurut prinsip al-mudharabah dalam satu perbandingan selalu yang besarnya telah diputuskan pada awal penutupan polis asuransi.

Dalam mekanismenya, asuransi mobil syariah tidak tahu dana hangus seperti asuransi konvensional. Jadi, apabila ketika kontrak peserta tidak dapat melanjutkan pembayaran premi dan ingin mengundurkan diri sebelum akan periode usai, maka dana yang dimasukan dapat diambil kembali. Terkecuali sebagian dana kecil yang telah diniatkan untuk Tabarru.

Pada asuransi mobil syariah, pengelolaan resikonya juga menurut prinsip sharing of risk di antara peserta. Hal sejenis itu berbeda dengan asuransi konvensional yang menurut prinsip transfer of risk dari pemegang polis pada perusahaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar